Gotta Have You #16 Magnetic Girl

cocoba-gottahaveyou

Title: Gotta Have You ( Chapter 16)| Author : 29Megumi (@0729yes) | Casts: Park Jinyoung (GOT7), Im Nayeon (Twice), Park Chanyeol (Exo) | Genre: Romance, school, fluff, drama | Duration: Chaptered (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)  (11) (12) (13) (14) (15)  …. | Rating : G

Disclaimer : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik saya megumi. sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh utama, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

A/N : semua cerita dalam fanfiction ini murni hasil pemikiran author sendiri. Dimohon jangan meng-copy-paste atau semacamnya tanpa izin ya, Gomawo ^^, semoga kalian suka sama fanfictionnya ( RCL)

.
.
.
.

“Jangan masuk kedalam!”

“Waeyeo?”

“Pokoknya jangan!”

“Ye?”

Nayeon mengernyit heran melihat tingkah Jaebum. Tidak biasanya dia bersikap begini, aneh. Tentu saja Nayeon mencium bau-bau pengkhianatan. Apa Jaebum menyembunyikan sesuatu darinya?

“Kau menyembunyikan sesuatu ya?” Selidik Nayeon.

“Apa? Eui.. menyembunyikan apa? Tidak ada satu hal yang perlu aku sembunyikan Nayeon, kau tahu aku itu sempurna” ucap Jaebum berusaha mengurangi kegugupannya.

Nayeon mendengus. “Sudah pergi sana! Ini sudah siang, aku cuma mau ambil barangku saja kok”

“Tidak Boleh!”

“Yak!Im Jaebum”

“Yak! Im Nayeon! Sekalipun kita itu kembar, aku lahir 10 menit lebih dulu darimu. Jadi panggil aku yang benar, jangan sesuka hatimu kadang panggil nama kada panggil oppa!”

Nayeon mengerutkan dahinya heran, “kau ini kenapa sih?”

“Pokoknya kau tidak boleh masuk”

“Memangnya kenapa?”

“Karena apa?”

“Karena…

Im Jaebum mengutuk dirinya sendiri. Oh dia tidak tahu harus bilang apa, dia itu memang pandai dalam segala bidang pendidikan tapi bodoh kalau soal berbohong.

“Oppa!”

“Karena…

“Minggir!”

“Karena…

“Kau ini kenapa sih?”

“Karena Jinyoung sudah ada didepan Nay! Dia pasti menunggumu!”

Ekspresi Wajah Nayeon langsung berubah seratus delapan puluh derajat, yang semula ia sangat jengah dan jengkel dengan sikap Jaebum, kini justru ia terkejut dan berbinar senang.

“Benarkah? Benarkah?” Tanyanya menggebu-gebu.

“I..i..yaa”

“Astaga! Kenapa tidak bilang dari tadi”

Nayeon lantas berlarian cepat menjauh dari sana. Ia bergegas merapikan dirinya dan bersiap menemui Jinyoung. Jaebum yang masih ditempatnya menghela napas lega. Memastikan Nayeon tidak akan kembali, Jaebum segera masuk kedalam gudang untuk mengamankan kotak itu.

Jaebum menghela napas kasar, adiknya yang punya urusan cinta kenapa dia juga yang dibuat pusing. Dan Nayeon juga, mendengar Nama Jinyoung begitu saja langsung kabur dan lupa tujuan awal.

Sebegitu besarkah pengaruh Jinyoung untuk Nayeon?

Jaebum mendengus, sejujurnya juga ia ingin memberikan kotak itu pada Nayeon, tapi mengingat Jinyoung berjanji akan memberi tahu sendiri. Jaebum lebih memilih diam. Ia tidak mau salah langkah dan jutru membuat Nayeon semakin sedih.

.
.

***
.
.

“Jisooo-ahh”

Teriak Nayeon dengan riang saat kedua kakinya melangkah masuk kedalam ruangan sinematografi yang mana banyak anggota berkumpul disana.

Nayeon berlarian memanggil Jisoo dan memeluk erat gadis kim yang tengah kebingungan dengan sikapnya. Jisoo pun ikut memeluk Nayeon, tapi maniknya menatap tanya pada Jinyoung, sementara Jinyoung hanya mengadahkan bahu acuh lalu beralih pada Jungkook yang tengah serius mengedit film mereka.

“Nayeon-ah” tanya Jisoo setelah pelukan mereka berakhir.

“Jinyoung bilang kau kecelakaan, apa itu benar?” Tanya Nayeon khawatir.

Jisoo tersenyum, “iya, tapi aku tidak apa-apa kok, hanya lecet sedikit”

Nayeon menampakkan raut sedihnya. “Maaf ya aku tidak tahu, Jinyoung baru bilang padaku tadi saat jam makan siang”

“Tidak apa-apa, lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita, karena lusa film ini sudah harus sampai pada dapur penjurian” tutur Jisoo.

“Yoshh.. dan harus kerja cepat Noona! Hari ini kita akan pesta, jadi harus selesaikan dengan cepat” tutur Doyoung semangat.

Nayeon mengangguk, ia kemudian memperhatikan sekeliling. Ia melihat Jungkook, Jinyoung dan anak laki-laki lain tengah sibuk mengedit hasil video mereka, lalu beberapa sibuk menyiapkan rangkaian perlengkapan pesta, dan Jisoo sibuk dengan sebuah program desain di laptopnya. Nayeon memiringkan kepalanya bingung.

“Jisoo-ah.. apa yang bisa aku bantu?” Bisik Nayeon pada jisoo.

Jisoo baru sadar, “ah iya ya.. kau bantu aku saja, aku pusing memilih desain yang bagus untuk cover film kita, aku juga tidak dapat ide yang sesuai selera sejak tadi”

Nayeon pun duduk disebelah Jisoo antusias, ia berdecak kagum melihat kepandaian Jisoo mengotak-atik program desain tersebut. Dia saja tidak bisa, yang Nayeon bisa hanya mengkombinasikan fitur kamera b*12.

Sesekali saat tengah membantu Jisoo, Nayeon melirik kearah Jinyoung yang tengah serius membantu Jungkook mengedit film. Mereka terlihat sangat-sangat bersinar. Apalagi Jinyoung, ya walau Jungkook juga tidak kalah keren. Bahkan laki-laki Jeon itu tidak nampak seperti hobaenya. Dari stylenya dia lebih cocok sebagai sunbae disini.

Saat tengah asyik memperhatikan pemandanngan dihadapannya. Dwimanik Nayeon dan Jinyoung bertemu. Nayeon tersenyum manis pada Jinyoung, sementara Jinyoung justru menolehkan pandang kearah lain.

Menyebalkan,

“Argh.. ini luar biasa” gumaman Jungkook membuat Nayeon menoleh.

Jungkook meregangkan ototnya ketika selesai menyelesaikan tugasnya dan menikmati hasil editannya yang ia anggap sempurna. Ya, Jinyoung bertugas memasukkan unsur visual animation pada film, juga effect-effect artistik lainnya. Tugasnya dibilang cukup berat, karena ia harus membuatnya dari nol. Beda dengan hanya memilah scene menjadi satu kesatuan film.

Luar biasa, Nayeon sampai tak berkedip melihat Jungkook. Jungkook menoleh pada Nayeon, tentu saja pemuda itu sadar tengah diperhatikan. Nayeon itu seperti magnet yang dapat menarik laki-laki manapun untuk menaruh hati padanya. Itu sekiranya kata Jungkook, sebelum Jungkook tahu kalau gadis magnet Noona favoritnya itu memiliki tambatan hati.

“Noona, kau cantik sekali hari ini” ujar Jungkook melihat Nayeon.

Sejak tadi ia sangat fokus dengan pekerjaannya, ia bahkan hanya bergumam saat Nayeon datang tanpa menoleh pada gadi Im itu.

Ucapan Jungkook itu tentu membuat Nayeon tersipu malu, ya gadis mana sih yang tidak suka kalau dibilang cantik.

“Kau bahkan tidak menegurku saat aku masuk, jangan menggombal Jeon jungkook” ujar Nayeon

Jungkook tertawa, “itu karena Aku takut Noona merusak konsentrasiku, wajah Noona yang cantik itu akan terus terngiang diotakku, bagaimana jadinya kalau semua editanku berubah jadi gambarmu”

Nayeon tertawa mendengar ucapan Jungkook. Sementara Jisoo menggeleng pelan dan berbisik pada Nayeon.

“Dia buaya kelas atas Nayeon-ah”

Ucapan itu Jutru membuat Nayeon makin tertawa senang.

“Noona suka?” Tanya Jungkook senang merasa Nayeon suka dengan ucapannya.

Pemuda itu tidak sadar kalau orang disebelahnya tengah menggertakkan gigi kesal. Park Jinyoung melirik Jungkook tajam. Ingin rasanya ia menyumpal mulut buaya hobaenya itu. Berani sekali dia? Ya tapi Nayeon memang sangat cantik, wajar saja kalau banyak pria yang menyukainya. Astaga, Jinyoung! Kemana saja kau tiga tahun ini.

“Noona, kau mau melihat hasil editanku? Kemarilah” Tawar Jungkook.

Nayeon mengangguk, sementara Jungkook tak berhenti tersenyum cerah melihat Nayeon. Oh tidak, Jungkook memang selalu begitu kalau berdekatan dengan gadis cantik.

“Oh… jungkook-ah”

Tiba-tiba suara Jinyoung memecah suasana kala itu, Jungkook menoleh,

“Ap..Hyung!!!!! KAU APAKAN EDITANKU??” Teriak Jungkook histeris melihat layar blank dikomputernya. Oh gawat, ia belum memback-up hasil editannya ke hardisk. Ia bisa gila kalau sampai semuanya hilang. Astaga,

Jinyoung menampakkan wajah tak berdosa, “aku tidak tahu, tadi saat aku mau memeriksanya sudah begitu” ujar Jinyoung.

“Aaaaaa…. hyung… bagaimana ini” ujar Jungkook frustasi.

“Kau seharusnya sudah memback-upnya”

“Aku belum melakukan itu”

“Belum melakukan itu dan sudah sok-sok an didepan orang? Kerjakan dulu tugasmu yang betul Jeon Jungkook! Dasar Buaya! Aku tidak mau tahu semuanya harus siap besok pagi” tukas Jinyoung dan beranjak bangkit dari kursinya.

Jungkook tak bisa apa-apa, biar bagaimanapun, Jinyoung itu sunbaenya. Bisa mati dia kalau melawan.

“Jungkook-ah, kau tidak apa-apa?” Tanya Nayeon memandang prihatin Jungkook yang nampak frustasi.
Jinyoung menarik lengan Nayeon untuk ikut dengannya.

“Jinyoung-ah, kita mau kemana?”

“Beli tambahan minuman untuk pesta, Doyoung ikut aku juga!” Ujar Jinyoung tegas tanpa penolakan.

“Ne Sunbae!”

Jisoo mau tertawa melihat itu. Selepas kepergian Jinyoung, Nayeon dan Doyoung. Ia melihat keadaan Jungkook.

“Jungkook-ah, besok-besok kalau mau menggoda wanita lihat dulu siapa yang punya” Jisoo tertawa terbahak-bahak.

“Aishh” dan Jungkook hanya mendumel tidak jelas. Jungkook tentu tahu ulah siapa sampai bisa komputernya mengalami blue screen mendadak.

Tidak ada tersangka lain selain Jinyoung!. Karena hanya Jinyoung yang pandai menghack program. Menyebalkan! Itu namanya cemburu membuat derita untuk orang lain.

.
.
.
***
.
.
.

Seseorang pernah berkata pada Jung Chaeyeon. Bahwa apa yang telah ia buang tidak akan pernah ia dapatkan kembali. Gadis itu memejamkan matanya menahan sakit dilubuk hatinya.

Terkadang, ia merasa ucapan Chanyeol itu benar. Tapi terkadang, ia merasa dirinya lebih benar. Chanyeol tidak pernah tahu bagaimana perasaannya pada Jinyoung, Chanyeol tidak pernah tahu bagaimana sakitnya ketika ia tidak bersama Jinyoung. Mau berusaha sekeras apapun, Chaeyeon tak bisa melupakan Jinyoung. Dan hati kecilnya amat sangat menginginkan Jinyoung kembali padanya apapun dan bagaimana pun caranya.

Chaeyeon memandangi pemandangan kota dar balik jendela ruang rawat inapnya. Pandangannya kosong, ia terus memikirkan hal aneh sejak tadi. Hatinya terus gelisah, apalagi setelah beberapa menit lalu ia menerima pesan singkat dari Nayeon.

Chaeyeon-ah, kenapa kau tidak masuk sekolah lagi dan tidak mengabariku? Apa kau baik-baik saja?”

“Chaeyeon-ah, ada banyak hal yang terjadi disini, seharusnya kau masuk, cepatlah masuk chaeyeon-ahh”

“Chaeyeon-ah, bambam bilang dia merindukanmu”

“Chaeyeon-ah… jawab pesanku setelah kau lebih baik ya”

Chaeyeon tahu, suasana hati Nayeon pasti sangat baik sekarang. Berbeda dengannya.

Ckelk

Chaeyeon menoleh mendengar pintu terbuka. Ia sempat berpikir itu Jinyoung. Karena jika ia sakit begini, pasti Jinyoung akan datang. Tapi ternyata, yang datang bukanlah Jinyoung, melainkan Chanyeol.

“Kau sudah lebih baik?” Tanya Chanyeol.

“Untuk apa oppa disini?” Ujar Chaeyeon sinis.

“Aku malas ribut denganmu, aku disini hanya membantu ibumu untuk menjagamu sampai ibumu selesai bekerja”

“Kenapa harus kau”

“Karena tidak ada lagi yang bisa dimintai bantuan Jung Chaeyeon”

Chaeyeon terdiam. Ya, ia memang tidak memiliki teman. Teman pertama yang ia punya adalah Nayeon. Sebelumnya ia tak pernah memiliki teman satu pun.

Dulu, ia adalah pribadi yang sulit bergaul dan hanya menyendiri. Ia pertama kali bicara pada orang asing itu ketika ada beberapa preman yang hendak melukainya lalu chanyeol datang menolongnya.

Untuk pertama kalinya ia bertemu chanyeol. Dan untuk pertama kalinya ia tertarik dan tersentuh dengan kebaika chanyeol. Tapi, chanyeol terlalu sulit digapai. Selain tingkat sekolah mereka yang berbeda, chanyeol juga adalah siswa yang populer.

Sampai pada akhirnya Chaeyeon tahu, kalau teman sekelasnya Jinyoung adalah adik Chanyeol. Chaeyeon yang memang anak paling cantik disekolah kala itu pun mencoba mendekati Jinyoung untuk bisa bersama Chanyeol.

Tapi ternyata semuanya berjalan kacau ketika perasaan membelenggunya. Ia menyukai Chanyeol, tapi ia tidak mau kehilangan Jinyoung. Itu membuat ia melakukan kesalahan besar dulu.

Chaeyeon menatap chanyeol geram, ia menoleh kembali kearah luar jendela. Mengingat masa lalu membuatnya merasa sakit. Ia tidak terima kalau hanya ia yang dapat penghukuman. Bukankah Chanyeol juga salah? Kenapa Chanyeol mau berhubungan dibalik Jinyoung waktu itu? Bukankah Chanyeol juga ambil andil. Tapi kenapa hanya dirinya yang ditolak Jinyoung.

“Makanlah makananmu Jung Chaeyeon!” Ujar Chanyeol.

Chaeyeon menoleh, “Apa pedulimu? Pergi sana”

“Aku hanya mengingatkan, astaga aku kira kau akan berubah setelah kejadian itu. Ternyata sama saja” keluh Chanyeol.

Chaeyeon tak menggubris itu sama sekali. Ia tidak mau mendengarkan chanyeol lagi, bisa-bisa ia kembali goyah. Ia tidak mau itu, ia tetap pada tujuan awalnya. Ia kembali ke korea karena ingin bersama Jinyoung lagi.

.
.
.
***
.
.
.

“Uh”

Jinyoung menoleh pada Nayeon yang menggerutu disebelahnya. Kini mereka tengah berada dipusat perbelanjaan ditengah kota seoul. Nayeon dan Jinyoung berjalan beriringan sementara Doyoung berada dibelakang merek dengan setia. Kadang laki-laki itu bingung, sebenarnya kenapa membeli minuman saja sampai harus kesuper market besar yang letaknya cukup jauh dari sekolah.

“Kenapa?” Tanya Jinyoung pada Nayeon.

Nayeon menoleh, “Chaeyeon tidak membalas satu pun pesanku, dia juga tidak masuk sekolah, aku khawatir”

Jinyoung mengangguk paham, ia hanya membelai lembut surai hitam Nayeon dan berkata “Nanti dia juga mengabarimu, tenang saja, dan jangan berpikiran buruk”

Nayeon tersipu malu, ia merasa tenang akan ucapan Jinyoung. Apalagi perlakuannya, sungguh ia malu sekali. Terlebih Doyoung memperhatikan mereka berdua tanpa berkedip.

“Ahya Sunbaenim, kita hanya akan beli minuman kan?” Tanya Doyoung.

Jinyoung mengangguk, “Ya, pilih saja apa yang perlu dan apa yang kau mau, untuk mempercepat kita berpencar saja, bertemu dikasir 15 menit lagi ya Doyoung-ah”

“Ne Sunbae” Doyoung dengan semangat berbelok kelain arah.

Nayeon hanya memperhatikan itu dan mengangguk. “Jinyoung-ah.. sebenarnya pesta ini untuk apa? Bukannya lebih baik berpesta kalau hasil film nya sudah keluar” tanya Nayeon

“Ini untuk penyambutan Jaebum dan ucapan selamat karena berhasil memenangkan olimpiade”

“Ahhh… kenapa tidak bilang? Kalau begitu kita beli makanan kesukaan Jaebum saja”

“Tidak perlu, Jisoo sudah melakukannya”

“Memang Jisoo tahu apa makanan kesukaan Jaebum?”

Jinyoung terkekeh, “Jisoo tahu semua tentang Jaebum”

“Benarkah?”

Tanya Nayeon antusias, entahlah ia mencium aroma-aroma roman picisan disini. Tapi, Jinyoung bukan menjawab pertanyaan Nayeon, ia justru meraih jemari Nayeon dan mulai melangkah mendekati area minuman.

Nayeon tentu tidak protes. Ia justru sangat bahagia dan membungkam mulutnya yang sebenarnya ingin bertanya banyak soal Jisoo juga kembarannya Jaebum.

Selama 15 menit, Jinyoung dan Nayeon habiskan untuk membeli beberapa minuman dan snack, Nayeon juga membeli beberapa kebutuhan pribadinya sekalian berada ditempat ini.

Doyoung tentu memperhatikan mereka. Ya, mana ada belanja sampai benar-benar menghabiskan waktu 15 menit. Padahal hanya minuman tujuan mereka. Doyoung yang sudah selesai sejak tadi hanya menunggu seperti anak yang kehilangan kedua orang tuanya dimeja kasir.

Menyebalkan, kalau mau pacaran jangan bawa-bawa aku dong’ gerutu Doyoung dalam hatinya.

Mengurangi rasa bosan menunggu dua orang yang masih asyik itu, Doyoung meraih ponselnya dan mengirimi pesan untuk Jungkook.

To: Crocodile Jk
Kook! Aku benar-benar kesal dengan Jinyoung Hyung! Dia menelantarkanku disupermarket sebesar ini dan asik sendiri dengan Nayeon noona’

Tak perlu waktu lama, sebuah balasan dari Jungkook diterima Doyoung.

Sunbae Jinyoung memang menyebalkan!! Dia juga merusak hasil editanku, aku harus bekerja keras lagi memperbaikinya’

Doyoung mengangguk-angguk setuju. Kini, ia dan Jungkook seperti koalisi yang berada dalam satu pandangan yang sama.

To : Crocodile JK
Kita laporkan saja pada Jaebum sunbae’

“Apa yang dilaporkan?”

“Astaga”

Doyoung terkejut mendapat Jinyoung berada dibelakangnya. Ia berdiri dengan gugup.

“Tidak sunbae”

Jinyoung tertawa, ia lantas menepuk bahu Doyoung lalu mengajaknya berjalan kekasir untuk membayar dan pulang. Doyoung menghembuskan napas lega, untung saja Jinyoung sunbae bukan orang yang suka cari ribut. Jadi, hal seperti ini tidak akan membuat masalah.

Lain ceritanya kalau Jaebum Sunbae. Astaga, Doyoung jadi bingung, sebenarnya leader yang baik untuk team sinematografi itu siapa? Entahlah. Dua orang itu memang terlihat bail bersama, mereka keren. Meski Doyoung kadang merasa kesal dengan Jinyoung dan Jaebum, tapi Doyoung berkeinginan menjadi seperti Jinyoung dan Jaebum. Menjalankan club sinematografi dengan baik bersama Jungkook. Uh, Hobae yang baik.

.
.
.
***
.
.
.

Suasana riuh ruangan club Sinematografi memuncak kala Jaebum datang. Semua bersorak menyambut Jaebum. Ya, sang ketua club sekaligus murid teladan nan tampan. Im Jaebum benar-benar membanggakan.

Nayeon terharu juga, ia sangat bangga pada Jaebum, ia senang bisa menjadi saudara Jaebum. Gadis itu pun hendak melangkah memeluk oppanya, tapi ditahan oleh Jinyoung.

Jinyoung menarik Nayeon mendekat kearahnya. Dan berbisik, “jangan sekarang”

“Ne?”

Nayeon menatap bingung, Jinyoung tak mau memperjelas, ia hanya menahan lengan Nayeon agar tidak berlari kearah Oppanya.

“Selamat Jaebum-ahh” Jisoo menghampiri Jaebum dan mengalungi Jaebum sebuah selempang bertuliskan “Awesome Leader”

Jaebum tertawa membacanya, “terimakasih, apa ini tidak terlalu berlebihan?”

“Tentu saja tidak, nah sekarang kita nikmati saja malam ini setelah kau mengucapkan sambutan”

Ucapan Jisoo disambut meriah para anggota. Semuanya bersuka cita, termasuk Nayeon yang akhirnya paham maksud Jinyoung untuk tidak mendekati Jaebum.

Nayeon melirik pada Jinyoung yang tertawa bahagia bersama teman-teman mereka. Jarang sekali melihat Jinyoung seperti ini, kalau saja matanya ini adalah kamera, mungkin ia sudah menghabiskan ribuan memori untuk memotret bagaimana indahnya senyum dan tawa Jinyoung.

Jaebum mengucapkan prakatanya diawal, ia berucap sebagai seorang leader yang baik dan menghibur. Ia juga mengucapkan terimakasih karena semua team bisa menerima Jinyoung dengan baik.

“Jaebum-ah, jangan terlalu banyak bicara! Kita hanya diberi waktu penjaga sekolah sampai jam 10 malam” tutur Jinyoung menyela ucapan Jaebum.

Jaebum mendengus tapi kemudian ia tertawa.

“Ya baiklah-baiklah, kalau begitu saatnya menikmati makanan yang ada” ujar Jaebum.

Tentu saja semua Hobae bersuka cita, Doyoung memakan Tteokbeokki yang dibeli Jisoo sangat banyak, begitu juga tangsuyuk yang ia pesan langsung dari busan. Jisoo mendengus sebal. Padahal kan, ia membeli itu semua untuk Jaebumm, karena Jaebum sangat menyukai itu.

Jungkook tentu tahu aura gelap yang diarahkan Jisoo untuk Doyoung. Jungkook lantas berdiri, “bagaimana kalau aku bernyanyi dan menghibur kalian semua” Jungkook memang pereda suasana yang baik. Ia bisa dengan mudah mengalihkan perhatian.

“Kook!! Aku padamu” teriak Doyoung

Jungkook memandang itu ngeri, astaga. Doyoung itu memalukan. Tak ambil pusing, Doyoung berjalan menyalakan musik. Lalu mulai meraih botol minum yang ia gunakan sebagai mic nya.

“A . A.. tes.. tes.. okey semuanya, malam ini demi menyambut hangat kepulangan leader kita yang membanggakan aku akan menyanyikan sebuah lagu, berjudul Beautiful milik Crush”

“Uwahhh” Nayeon bersorak senang mendengar itu. Lagu beautiful itu lagu favoritnya belakangan ini. Crush menyanyikannya dengan sangat lembut dan menyentuh hati.

Jinyoung sontak menoleh melihat Nayeon begitu antusias dengan Jungkook.

“Noona suka lagu itu?” Tanya Jungkook menggoda.

Kini giliran Jungkook mendapat tatapan tajam dari Jinyoung.

“Ne” jawab Nayeon

Jinyoung menghela napas kesal. Kenapa ruangan berAc lima ini rasanya panas sekali.

“Kalau begitu, lagu ini aku khususkan untuk Nayeon noona yang sangat sangat cantik”

Jinyoung menggeram, dengan spontan ia melempar Jungkook dengan snack potato yang baru saja akan Doyoung masukkan kemulutnya.

“Aaw.. ahhh Hyung!” Teriak Jungkook tak terima.

Jaebum dan jisoo tertawa bersama, “Jinyoung terbakar Jaebum-ah” bisik Jisoo

“Eoh, aku tidak pernah tahu kalau Jungkook bisa membuat ice prince Jinyoung cemburu” balas Jaebum.

.
.
.
.
***
.
.
.
.

Jinyoung sesekali memandangi Nayeon yang terlelap disebelahnya. Hari ini, memang ia tak membawa motor, dan lebih memilih naik kendaraan umum seperti bus.

Nayeon sendiri juga tidak keberatan, ada banyak hal yang akan terjadi kalau mereka naik bus atau subway, bahkan Nayeon menolak suruhan Jaebum yang menyuruhnya ikut naik mobil pribadi. Padahal ia sangat lelah karena aktifitas seharian, yang bahkan sekaranh tertidur didalam bus.

Wajah Nayeon sangat damai ketika tertidur, Jinyoung tak berhenti memandanginya, sesekali bahkan pemuda itu merapikan surai hitam Nayeon yang menutupi wajahnya. Jinyoung terkekeh kecil, memangnya siapa yang akan tahan untuk tidak menyukai gadis ini.

Bibirnya, Matanya, seyumnya, semuanya sangat indah dan menghangatkan. Nayeon bak magnet kuat yang benar-benar menarik Jinyoung kedalam pesonanya.

Nayeon bergumam tidak jelas dan bergerak gelisah. Jinyoung gemas, ia pun mengacak asal rambut Nayeon. Nayeon berontak tapi masih dalam keadaan mata terpejam dan mengigau.

“Chanyeol oppa jangan mengacak rambutku”

Degg

Jinyoung terdiam mendengar gumaman Nayeon. ‘Chanyeol?’ Jinyoung tidak tahu sejauh mana kakaknya masuk kedalam kehidupan Nayeon. Tapi, sampai terbawa hingga tertidur begini, itu membuat hati Jinyoung gelisah.

Sebenarnya, apa Nayeon benar-benar masih menyukainya? Benarkah tidak ada tempat untuk Chanyeol ?

.
.
.
.
.
.
.
.

Setelah menempuh beberama menit perjalanan. Akhirnya bus yang ditumpangi Nayeon dan Jinyoung sampai dihalte dekat komplek tempat Nayeon tinggal. Mereka lantas turun dari bus.

Nayeon masih berusaha keras memulihkan kesadarannya, sementara Jinyoung sudah berjalan mendahuluinya. Nayeon mendengus kesal. Jinyoung itu kapan sih bisa romantisnya.

“Eoh? Jinyoung?”

Nayeon memandangi heran seorang gadis yang sekiranya seusia dirinya menegur Jinyoung. Gadis itu cukup cantik, apa dia mengenal Jinyoung? Nampaknya Juga Jinyoung mengenal gadis itu.

“Aa… Kim Arin ? Benarkan?” Tanya Jinyoung

“Ne, ini aku, astaga Jinyoung-ahh sudah lama tidak bertemu” gadis itu mengulurkan tangannya mengajak Jinyoung bersalaman.

Membuat Nayeon melotot dan segera berlari kecil menghampiri Jinyoung.

“Jinyoung! Tunggu aku” ucap Nayeon dan berdiri disebelah Jinyoung.

“Anyeonghaseo” sapa Nayeon pada gadis itu.

Gadis itu nampak terkejut melihat Nayeon lalu kemudian tersenyum, “uhh… apa gadis cantik ini kekasihmu Jinyoung-ah? Aigo.. kau sudah melupakan Chaeyeon ya ternyata”

“Ye?”

“Chaeyeon?”

“Oh tidak bukan apa-apa, hanya salah satu mantan kekasih Jinyoung, namanya Jung Chaeyeon”

“Arin-ah”

“Chaeyeon? Jung Chaeyeon?”

Nayeon menatap tanya kearah Jinyoung. Sementara Jinyoung hanya menunjukkan ekspresi yang tak bisa ditebak.

“Kenapa rasanya benar-benar kebetulan ya” gumam Nayeon. Chaeyeon juga pernah bicara mengenai mantan kekasihnya yang bernama Jinyoung.

Tapi, Nayeon tak pernah terpikirkan kalau Jinyoung mantan kekasih Chaeyeon sahabatnya adalah Jinyoung orang yang sangat ia sukai. Park Jinyoung. Namun kalau memang benar, bukankah seharusnya Chaeyeon bilang dari awal? Dan kenapa Jinyoung hanya dian saja sekarang?

Rasanya, Nayeon tidak ingin membayangkan apa yang sebenarnya terjadi. Rasanya tidak mungkin kan? Nayeon tak tahu harus bersikap bagaimana sekarang. Ia butuh penjelasan.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

To be continued
Finally sampai juga di chap 16 😄😄

Thankseuu ya gaessss thanks banget buat supportnya dan selalu setia baca

Thankseuu ya gaessss thanks banget buat supportnya dan selalu setia baca juga komen sama vote 😚😚😚😚😚😚😚

I LOVE YOU ALL JINYEON SHIPPER 😙😙

Iklan

2 comments

Good Readers? Leave U'r comment yaa ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s