flower-old-boy

FLOWER OLD BOY

By 29Megumi

Special Present for 2PM 8th Anniversary

@ Hottes Community Indonesia

.

.

.

.

Ketika Idol papan atas korea menghilang tak berjejak.

***

Seoul, 08.00 KST

“Mengejutkan!  Idol Grup 2PM menghilang tanpa jejak beberapa jam setelah syuting music video yang ditengarai untuk comeback mereka pada waktu dekat. Menurut saksi mata, ada bunyi bising sekitar pukul 2 dini hari dan saat mereka mencari sumber suara ternyata berasal dari sebuah mobil van hitam jenis van Chevrolet Starcraft yang diketahui van yang digunakan 2PM selepas syuting.  Mobil tersebut terparkir sembarang dengan pintu terbuka lebar. Ditemukan juga jejak gesekan tajam roda pada aspal sekitarnya, namun tak ditemukan satu pun member 2PM disana. Hanya ada supir dan juga manager dalam keadaan pingsan. Untuk saat ini, JYP Entertainment selaku agency yang menaungi grup kawakan itu belum mengkonfirmasi dengan pasti perihal hilangnya member 2PM. Apakah member 2PM diculik? Atau mereka melarikan diri? Apa motif dibalik semua ini? Atau hanya settingan untuk mendomplaing jadwal comeback? Semua belum dipastikan sampai Agency memberi informasi lanjut”

BRAAKKKKKK

“Pdnim”

“Apa mereka bilang? Domplaing comeback? Astaga!!!!! Kemana sebenarnya enam laki-laki gila itu hah?! Mana manager Lee!”

Park Jinyoung, CEO sekaligus orang yang bertanggung jawab atas member 2PM benar-benar menunjukkan kemarahannya. Sudah berulang kali ia berteriak pagi ini, bahkan ikan-ikan dalam aquarium pun terkapar mati mendengarnya. Hanya Oh Jisook asisten pribadinya yang setia mendengar dan menjadi sasaran teriakan bos besar itu.

“PDnim, manager lee masih dalam kondisi shock”

“Katamu dia sudah sadarkan diri!”

“Iya, tapi dia tidak bisa bicara”

“APA?!!”

***

6 Jam sebelumnya.

Kehidupan seorang bintang tak semudah yang dibayangkan semua orang. Jika pekerja biasanya bisa tidur cukup waktu sampai pagi datang, lain hal dengan idol yang jam bekerjanya tak pernah ada ketentuan yang baku.

Seperti 2PM. Walau satu atau lebih diantara member yang memiliki kegiatan individu, mereka harus tetap standbye ketika sutrada MV untuk comeback menelepon untuk dilakukan pengambilan gambar.

Baik itu cuaca sedang buruk, atau halang rintang apapun. Mereka harus tetap datang. Sampai akhirnya mereka berakhir disini. lewat dari jam 1 dini hari, mereka baru selesai menyelesaikan pengambilan gambar untuk music video terbaru mereka.

 

Ke enam laki-laki super model itu tak terlihat lagi keren nya. Wajah letih dan mata sayu menjadi pemandangan mengerikan dari mereka.

 

“Aku lelah, ayo cepat pulang” Changsung merajuk menyuruh manager nya bergerak cepat.

 

“Aahhh aku belum beri makan Johny tadi malam, Hyung! Ayo pulang!” Si pria bermata minim yang duduk disebelah Changsung turut melakukan protes

 

“Berisik” Taecyeon melirik tajam kedua teman nya itu. Changsung dan Junho yang notabene adalah member termuda dan tersongong pun tidak menanggapi serius ucapan Taecyeon. Yang ada Nickhun justru yang menoyor kepala Taecyeon “kau yang diam tukang begal hantu”

 

“Ishhh”

 

“Hyung!” Wooyoung tiba-tiba berteriak.

 

“Yakkk Jang Wooyoung!” Minjun yang baru beberapa detik memejamkan mata sontak terkejut. “Ahh kepalaku” kepalanya pun terasa pening karena terbangun seperti tadi.

 

“Wae?” Nickhun menanyakan Wooyoung yang nampak segar kembali matanya. Lain dengan Changsung dan Junho yang sudah saling berpelukan memejamkan mata dikursi ruang ganti itu.

 

“Bukankah itu Nenek-nenek yang meramalku waktu kita konser di Daegu? Wahh daebak, dia ada disini juga?”

 

Dahi Nickhun dan Taecyeon berkerut, mereka pun menoleh kearah pandang Wooyoung dan melihat seorang nenek-nenek yang berduduk tenang diatas karpet didepan bola lampu besar seperti peramal.

 

“Aku ingin diramal lagi”

 

“Apa? Dilamar?” Minjun bertanya setengah sadar.

 

“Ouhhh orang tua ini benar-benar ingin cepat menikah, tidur saja sana” Taecyeon melempar baju kearah wajah Minjun.

 

“Yakk! Ishh”

 

Wooyoung tak peduli, ia melangkah keluar dari ruang ganti mereka dan menghampiri nenek-nenek yang dimaksud.

 

“Yakk, mau kemana dia?” Tanya Taecyeon

 

“Ayo ikuti” sahut Nickhun.

 

Taecyeon memandang Changsung, Junho dan Minjun yang terlelap. “Lalu mereka?”

 

“Kau pikir mereka akan hilang? Mereka sudah tua Hyung! Lebih baik menjaga si bocah busan itu yang tidak kunjung dewasa”

 

“Ahh baiklah-baiklah”

 

Taecyeon dan Nickhun pun mengikuti kemana Wooyoung pergi. Sampai mereka berhenti didepan nenek-nenek peramal yang entah bagaimana sampai bisa membuat mata Wooyoung berbinar melihatnya.

 

“Nenek” bahkan Wooyoung menyapa nenek itu dengan ceria.

 

“Siapa?” Nenek itu rupanya tak mengenali Wooyoung. Terlihat sekali wajah kecewa pada Wooyoung, dia bahkan memikirkan nenek itu terus yang meramalnya beberapa waktu lalu bahwa ia akan sulit untuk tua, dalam kata lain awet muda. Tentu saja ramalan itu membuat semua orang senang bukan?

 

“Nenek lupa denganku? Aku yang nenek ramal dua bulan lalu didaegu”

 

“Benarkah?” Sang nenek nampak mengingat-ingat apakah ia mengenali Wooyoung atau tidak. Tapi saat meraba wajah Wooyoung dirinya ingat sesuatu.

 

“Ahh kau si anak muda yang awet muda itu rupanya”

 

“Kau mengingatku?”

 

“Tentu saja”

 

“Kalau begitu, aku minta diramal lagi oleh nenek”

***

Seoul, 10.00 KST

 

“Apa maksudnya dia bicara dengan nenek-nenek?” Park Jinyoung menatap tajam Manager lee yang masih kesulitan bicara.

“Ini tulis disini” Asisten Jisook memberikan kertas dan pulpen pada Manager lee untuk berkomunikasi dengan Park Jinyoung. Entah karena terkejut atau apa, Manager Lee sulit berbicara setelah sadar dari pingsannya.

“Aku tidak tahu, setelah bicara dengan nenek-nenek itu dia jadi ketakutan dan bicara aneh pada member lain, sampai dia merengek padaku dan kemudian aku kehilangan kendali lalu mobil kami seperti membentur sesuatu, semuanya jadi gelap dan tiba-tiba aku sudah terbangun disini, apa anak-anak itu baik-baik saja sajangnim?”

Park Jinyoung memijat pelipisnya yang berkedut. Ini memusingkan, kemana anak-anak itu hilang.

“Cari nenek itu, kau lihat wajahnya?”

Manager Lee menggeleng

“Astagah!!” Park Jinyoung berteriak frustasi.

“Bagaimana kalau kita mengecek siapa saja yang datang dalam lokasi syuting semalam, mungkin bisa melacak lewat sana” Oh Jisook memberikan usulan,

“Lakukan”

***

“AAAAAAAAAAAAAAA”

“Aaaaaaaa ige mwoya? Siapa kalian? Kenapa aku disini? Kalian menculik ku?”

“Yakkk! JANG WOOYOUNG BERISIK”

“Hah? Kau mengenalku? Aaaaaaa aku dimana, Taecyeon Hyung… Nichkun Hyungggg kalian dimanaaaa”

Wooyoung menangis, ia kebingungan sekarang, ia terbangun ditempat yang asing, ia tidak tahu kenapa ia bisa sampai disini. Seingatnya semalam ia habis syuting music video. Lalu kenapa dia terjebak di tempat yang penuh pohon tinggi ini, bersama Lima kakek kakek yang tidak dikenali.

Apa kakek-kakek ini geng motor jahat? Atau mereka penyihir dari abad Josoen? Tapi kenapa style mereka seperti anak jaman sekarang?

“Yakk apa yang kau bicarakan, ini aku Nickhun”

Mata Wooyoung membesar “Kakek! Jangan begitu! Nickhun Hyung ku itu tampan, dia tidak keriput seperti mu”

“Yakk kau mengataiku keriput?”

Kakek-kakek yang mengaku Nickhun itu kesal, ia ingin mengadu pada Taecyeon tapi saat melihat sekeliling, ia tidak melihat Taecyeon dan justru melihat beberapa kakek-kakek disini.

“Yakkk siapa kau?” Tanya kakek yang mengaku Nickhun itu. Pada seorang kakek-kakek disebelahnya.

“Yakkk kau yang siapa?”

“Kau siapa?”

“Yakk kalian siapa?”

“Astagaahhhh aku siapa?”

Wooyoung mengerutkan kening bingung melihat salah satu kakek yang melihat wajahnya sendiri didepan cermin. “Kakek gila?”

“Hyungggg! Jangan memanggilku kakek”

“Yakkk aku lebih muda jauh darimu kek! Jangan panggil aku Hyung” Wooyoung kesal.

“Aku Junho ! hyung, Hyung apa yang terjadi dengan wajahku Hyung”

“Mwooooo?”

“Astaga kenapa tangan khas thaliand prince ku jadi keriput begini”

“Ne?”

“Kemana otot besarku? Kenapa lembek begini”

“Mworagu?”

“A a tes tes a a , aahh kenapa suara ku tidak merdu lagi”

“Yakkk”

“Aahhh wajah ku, rahangku, kenapa jadi keriput, padahal aku makan pisang setiap hari”

“Astaga! Kenapa kalian jadi kakek-kakek????”

Wooyoung baru menyadari kalau kelima kakek-kakek yang mengaku sebagai teman-temannya itu memakai baju yang sama dengan yang terakhir Nickhun, Junho, Taecyeon, Minjun, dan Changsung pakai.

“APAAAA?”

***

Berita mengenai hilangnya member 2PM menjadi yang terpanas selama lebih dari seminggu, selama itu juga enam orang laki-laki yang dijuluki beastly idol forever itu tak kunjung ditemukan. Pihak kepolisian dan pihak agency masih mengusahakan yang terbaik. Terlebih, banyak dari Hottest -sebutan fans untuk 2PM- beramai-ramai berkampanye didepan gedung JYP membawa banner besar bertuliskan “KEMBALIKAN AKI KAMI” “TEMUKAN ENAM ORANG TIDAK WARAS ITU”

“Mereka bilang mereka fans? Fans apa yang mengatai idol nya tidak waras? Fans apa yang mengatai idolnya aki-aki?” Park Jinyoung menggelengkan kepala heran.

“Begitulah Hottest, tapi cinta mereka untuk 2PM tak pernah sirna, jangan lupakan tragedy menyedihkan untuk 2PM yang dulu Pdnim” oh Jisook menatap cinta kearah perkumpulan Hottest yang menanti dan merindukan 2PM. “Bahkan aku, bagian dari mereka PDnim”

Park Jinyoung mendengus, “kau itu asisten pribadi ku seharusnya kau mengidolakan ku bukan anak didikku”

“Tapi mereka lebih keren daripada kau”

“Yakk siapa yang menggajimu????”

“Arraseoo”

Oh Jisook mengumpat diam-diam. Pria tua itu memang tidak mau kalah aksis.

“Jangan bahas itu, yang terpenting sekarang, bagaimana perkembangan nenek itu?”

“Ne? Perkembangan nenek?”

“Maksudku nenek yang kata manager lee berbicara dengan Wooyoung sebelum mereka menghilang”

“Ahya, nenek itu”

Oh Jisook seperti baru teringat sesuatu, ia segera berlarian kecil menuju meja kerjanya dan meraih buku catatan.

“Aku menemukan alamat rumahnya PdNim”

Park Jinyoung membolakan mata terkejut. “Kapan kau dapat info itu?”

“Semalam”

“Lalu kenapa baru bilang sekarang hah?”

Oh Jisook meringis, “maaf Pdnim, aku terharu dengan hottest jadi aku lupa”

“Cepat siapkan mobil kita temui Nenek itu. Ahhh aku berharap enam laki-laki itu ditemukan secepatnya!”

Park Jinyoung dan Oh Jisook bergegas keluar dari JYP Building dan menuju kediaman dimana Nenek itu tinggal. Rupanya tak mudah mencari sang nenek, karena Nenek itu sering berpindah tempat, dan rumah yang kini ia tinggali terletak dipinggiran kota seoul yang jauh dari kehidupan perkotaan.

***

“Aku lapar”

“Diam Kakek Junho”

“Hyungggg~~”

Ohh, Wooyoung bergidik ngeri melihat Junho adik kecilnya yang sipit bantet dan kejam itu berubah menjadi kakek-kakek keriput yang manja dengan mata yang hampir tidak terlihat bentuknya.

“Jangan panggil aku hyung selama kau masih jadi kakek-kakek” tegas Wooyoung.

“Sudah berapa lama kita disini?” Wooyoung melirik Nickhun yang biasanya tampan dan selalu membuat iri itu tengah memijat-mijat punggungnya. Mengerikan, dia bahkan mengalami osteoporosis terlalu cepat.

“Aku tidak tahu pasti, seminggu mungkin, atau bisa lebih” Jawab Wooyoung

“Sebenarnya, apa yang terjadi dengan kita?” Taecyeon Tua yang tubuhnya tidak kekar seperti dulu yang selalu membuat Wooyoung iri itu nampak miris.

“Aku tidak tahu, berhenti bertanya padaku” Wooyoung mengacak rambutnya frustasi.

“Aa aa.. aa what is loveeeeeeee uhkkkk uhkk aahh suara kuuu” Wooyoung menepuk jidatnya dan menghela napas,

“berhentilah Kakek Minjun, suaramu tidak setinggi dulu” Wooyoung makin melihatnya miris, bahkan suara minjun yang tinggi dan sangat bagus yang dulu membuat Wooyoung iri itu sudah tidak dimiliki lagi oleh nya.

“Hyungggg- aku hauss” Dan Wooyoung tidak habis pikir bagaimana bisa Changsung menjadi pendek ketika menjadi kakek-kakek. Padahal dulu, Wooyoung sangat iri dengan tinggi badan Changsung.

“Aku ingin kelapa itu hyung” Changsung menunjuk kelapa hijau yang nampak segar diatas pohon.

“Aku juga Hyung” Ujar kakek Junho

“Aku juga Wooyoung-ahh” Ujar kakek Minjun juga.

“Ambil sendiri” Wooyoung kesal.

“Kau lupa? Kami bisa encok kalau naik keatas sana” Kata kakek Nickhun Sembari memijat pinggangnya

Wooyoung menatap tak percaya, “mwo?”

“Berbaktilah pada yang sudah tua Wooyoung” Sahut Taecyeon.

Wooyoung menghela napas pasrah. Mau tidak mau, ia harus menuruti keinginan kakek-kakek itu. Ternyata, mengurus kakek-kakek itu lebih sulit ketimbang anak kecil.

BUGHHHH BUGHHHH BUGHHHH

“UWAHHHHH”

Kelima beastly idol yang berubah menjadi oldboy idol itu menatap berbinar kelapa-kelapa yang berjatuhan dari atas sana.

“Satu lagi Wooyoung hyung! Satu lagi” Teriakan Changsung membuat Wooyoung menghela napas diatas sana.

BUGHHHH

BRAKKKK

Wooyoung turun dengan menjatuhkan diri, tapi dia turun dengan posisi tepat.

“Ahhh aku sudah tidak bisa acrobat begitu” Taecyeon berseru iri melihat aksi Wooyoung.

“Bersenang-senanglah sebagai kakek renta hyung, aku akan mencoba berpikir bagaimana caranya bisa pulang dan kalian menjadi muda lagi”

***

Headline News.

“Jang Wooyoung! Salah satu member 2PM Berhasil diketemukan dan pulang ke seoul. Berita ini disambut hangat oleh para penggemar bahkan non penggemar. Namun, keberadaan lima anggota lagi masih dalam misteri. Dan dengan hadirnya Wooyoung, Agency juga polisi menjadi lebih mudah untuk mencari member 2PM  lainnya”

Park Jinyoung tak berhenti menciumi Wooyoung setelah ia sampai di JYP Buliding tepat ketika mendapat kabar bahwa Wooyoung telah ditemukan.

“Astagaaa kau kemana saja nakkk”

“Hyunggggg lepassssssssss”

Park Jinyoung mengendus dan rasanya mencium bau busuk ditubuh Wooyoung. “Yakk berapa hari kau tidak mandi?”

Wooyoung mengangkat bahu enteng, “entah, lima belas hari mungkin”

“Astaga! Cepat mandi sana!”

“Ne,”

Wooyoung baru akan bangkit dari duduknya, ia teringat kelima member lain yang kini ditahan oleh polisi karena dituduh sebagai tersangka atas hilangnya member 2PM. Tentu saja karena yang orang tahu saat ini, lima member itu adalah lima kakek-kakek yang dianggap sebagai gengster penculikan dan perdagangan manusia. Terlebih, polisi menemukan mereka bersama Wooyoung.

“Hyung”

“Ya? Wooyoung-ah” sahut Park Jinyoung dengan manis semanis mangga busuk.

“Soal kakek-kakek itu—

“Ahh kau tidak perlu khawatir, mereka sudah diurus oleh pihak kepolisian”

“Hyung, mereka tidak salah, justru mereka yang membantuku”

“Apa?”

“Eummmm . …. Wooyoung kebingungan, ia harus mencari alasan apa supaya teman-temannya itu terbebas dari tuduhan dan bisa segera keluar dari kantor polisi.

“Sudahlah Wooyoung, mandi saja sana, nanti polisi akan datang untuk meminta keterangan demi mencari lima member lain”

“Tapi mereka orang baik hyung, mereka juga tersesat dihutan itu sama denganku, mereka pendaki tua bujang lapuk yang bertingkah seperti anak muda, katanya sih ingin pergi mendaki gunung, tapi mereka tersesat, kalau tidak ada mereka mungkin aku sudah mati ketakutan hyung! Pulangkanlah mereka hyung, keluarkan mereka dari penjara, aku mohonnnn”

Park Jinyoung menghela napas dan mengerti keinginan Wooyoung. “Baiklah”

***

Sudah sepekan berlalu sejak ditemukannya Wooyoung, namun kepolisian masih kesulitan mencari lima member lain. Rumor demi rumor berkembang cepat dimasyarakat, banyak dari mereka yang bersimpati dan memcoba membantu mencari kelima member.

Terutama Hottest, mereka tak henti menyebar selembaran atau berita apapun itu tentang dimana keberadaan member 2PM Lainnya kesayangan mereka.

“Apa ini?”

“Konsep”

“Konsep apa?” Kakek Junho menyahut melihat Manager Lee memberikan kertas tebal kepada Wooyoung. Rupanya. Manager Lee sudah bisa bicara kembali.

“Bisa kau suruh kakek-kakek angkatmu pergi dari sini jang Wooyoung?” Sahut manager Lee merasa risih berkumpul dengan kakek-kakek aneh yang hobinya meminjam baju member 2PM di dorm.

“Biarkan saja mereka hyung, sekarang katakan padaku ini apa?” Tanya Wooyoung.

“Ini konsep untuk comeback solo mu”

“APAAAA?” Kelima kakek-kakek itu berteriak terkejut.

“Hyungggggg” Wooyoung tidak suka dengan pernyataan managernya.

“Kau tidak kasihan dengan hottest? Mereka merindukan 2PM, setiap hari komentar demi komentar tentang agar secepatnya member 2PM ditemukan membuat kepalaku sakit, setidaknya dengan kau comeback mereka akan sedikit terobati” ucapan manager lee membuat Wooyoung diam menunduk.

Setiap hari, ia juga melihat banyak sekali penggemar didepan JYP building menanti 2PM, menangis bahagia ketika dirinya ditemukan. Wooyoung menjadi dilema, tapi akan sangat tidak sopan kalau ia melakukan comeback disaat kelima temannya bahkan belum menjadi muda kembali, yang kalau kata orang mereka belum ditemukan.

“Kau pikirkan ini Wooyoung, bukannya dari beberapa bulan lalu kau ingin comeback solo? Tapi kami belum sempat mengurus itu karena kesibukan member lainnya”

Manager Lee meletakkan saja kertas tebal berisi konsep comeback solo Wooyoung diatas meja. Lantas pergi meninggalkan dorm.

Selepas kepergian manager lee, Wooyoung memandangi teman-temannya dalam rupa kakek-kakek itu bimbang.

“Jadi, kau ingin comeback solo hyung? Yasudah lakukan saja, memangnya kau peduli pada kami yang bahkan makan daging saja sudah tidak bisa!” Kakek Junho berucap tajam dan melangkah masuk kedalam kamar.

Wooyoung menghela napas melihat Junho yang marah dan membanting pintu. Ia kemudian menatap member lain.

“Aku tidak tahu, aku kecewa, kenapa sebenarnya kita bisa jadi kakek-kakek begini” Kakek Changsung menyusul Junho.

Wooyoung makin menunduk kebingungan.

Ya, memang benar, sejak beberapa bulan lalu ia sempat meminta untuk dibuatkan jadwal comeback solo dikorea. Tapi, semua orang terlalu sibuk dengan kegiatan individual member lain. Drama Taecyeon lah, drama Changsung lah, drama Nickhun lah, solo jepang Junho dan juga solo korea Minjun.

Mengingat itu membuat Wooyoung merasa iri lagi.

Euh? Tunggu? Iri?

“Kau anak baik, tapi dalam dirimu ada monster yang berkembang belakangan ini, jangan biarkan perasaan buruk itu berkembang, hiduplah dengan baik nak, nenek khawatir akan terjadi sesuatu nantinya”

Wooyoung mengingat ramalan nenek peramal saat selesai syuting waktu itu. Ia lantas bangkit dari duduknya dan keluar dari dorm.

“Heolll~~~ dia memutuskan untuk comeback?” sahut Minjun kecewa melihat kepergian Wooyoung.

“Jangan begitu Hyung, kita semua lebih tahu Wooyoung seperti apa, apa dia teman yang akan meninggalkan temannya demi ambisi? Kau jahat sekali kalau berpikiran iya” ujar Nickhun.

“Arghhhh aku bahkan tidak bisa berpikir, badan tua ini membuat kejeniusanku lemah” sahut taecyeon kesal.

“Yasudah kita nonton TV saja” kata Minjun dan menyalakan televisi. Hal yang pertama dilihat adalah, tayangan drama Taecyeon yang bahkan belum sampai ending ketika ia berubah menjadi kakek-kakek.

“Aaaaa hyunji-yaaaaaa aku rindu padanyaaa hyunggg” Taecyeon menangis sedih dan terharu karena drama itu vakum tayang sampai dirinya diketemukan atau kata lainnya sampai ia kembali menjadi muda.

***

Jang Wooyoung melajukan mobilnya cepat, ia menuju apartemen tempat tinggal Oh Jisook. Asisten pribadi JYP Pdnim.

TOKKK TOKK TOKKK

Wooyoung menggedor-gedor pintu apartemen Oh Jisook. “Ahh bodoh, kan ada bel”

Wooyoung lantas memencat tombol interkom berkali-kali.

“Yakkk!”

Pintu terbuka berbarengan dengan Teriakan Oh Jisook.

“Hyung! Aku butuh bantuanmu”

“Mwo?”

Wooyoung segera memasuki apartemen oh jisook,, ia berjalan cepat dan langsung menduduki sofia diruang tamu. Oh tak lupa, ia bahkan sudah meminum susu hangat yang ada diatas meja tanpa disuruh.

“Tenang hyung, aku akan menganggap ini seperti rumahku sendiri”

“Heoll~~ aneh”

Oh Jisook sudah tidak heran dengan perangai member 2PM yang absurd dan entahlah disebut apa. Ia segera mendudukkan diri, “jadi, kenapa kau malam-malam datang kesini? Managermu tahu?”

“Tidak”

“Ne?”

“Hyung, bukankah kau menemui nenek-nenek peramal saat mencari ku?”

“Ya, hampir, tapi nenek itu sudah tidak tinggal disana, dia pindah ke ilsan”

Wajah Wooyoung memucat. “Bagaimana ini?”

“Ada apa memangnya? Ada masalah apa?”

“Hyung! Aku harus segera menyelamatkan teman-temanku, aku .. ini semua salahku…”

“Ne?”

“Hyung, kau tahu kan kakek-kakek didorm yang kubilang penyelamatku itu?”

“Ya?”

“Sebenarnya mereka itu member lainnya. Junho, Changsung, Nickhun Hyung, Minjun Hyung dan Taecyeon Hyung berubah menjadi kakek-kakek hyung”

Oh Jisook menatap terkejut dan tak percaya, “hei kau mabuk?”

“Hyung aku serius” wajah Wooyoung nampak serius memang. Tapi sekali lagi, Wooyoung itu suka sekali jahil bukan?

“Hyungggg aku serius, mereka berubah karena aku hyung, karena monster dalam diriku hyung”

Wooyoung mengatakannya tergesa-gesa dan hampir menangis, oh bahkan sudah menangis.

“Wooyoung-ahh tenanglah”

“Saat itu, aku dengan member lain pulang syuting, semua member diberi nasihat dan sejumlah jadwal untuk individu oleh manager, dan aku? Aku bahkan tidak disebut namanya, aku mencoba mengajak bercanda atau bercerita lucu, tapi aku tidak ditanggapi sama sekali. Aku marah hyung, aku pikir semua orang tidak peduli padaku, bahkan aku sudah mengajukan usulan comeback tapi tidak ada yang menanggapiku, semua sibuk dengan member lain, sampai aku benar-benar marah dan… aku menyumpah aku ingin sendiri dengan segala yang dipunya member, aku ingin tampan seperti Nickhun hyung, aku ingin Bertubuh kekar seperti Taecyeon hyung, berwajah manis seperti Junho, tinggi seperti Changsung, dan memiliki vocal bagus seperti Minjun Hyung. Saat itulah, mobil kami seperti terseret sesuatu dan seperti kecelakan, mobil berhenti lalu tiba-tiba semuanya gelap. Sampai aku terbangun dihutan sendirian, dengan kelima member lain yang berubah tua hyung”

Oh Jisook menatap tak percaya, ia ingin menganggap apa yang dikatakan Wooyoung panjang kali lebar samadengan lega barusan adalah gurauan.

Tapi, anak busan yang manis itu menangis dan terlihat sangat sedih.

“Kalau tahu keinginanku membuat mereka jadi tua, aku tidak mau punya keinginan itu, tumbuh menjadi idol bersama mereka sudah cukup hyung. Kami berteman sudah lama, bahkan sebentar lagi ulang tahun 2PM yang kedelapan. Bukankah sangat jahat hyung kalau aku berdiri solo diatas panggung tanpa mereka, yang menjadi tua karena aku”

“Wooyoung-ahhh” Oh Jisook jadi ikut menangis mendengarnya. Wooyoung ini anak baik, kenapa perasaan iri berlebih bisa bersarang dihatinya yang lembut itu. Apakah ini salahnya dan juga tim agency yang tidak memperhatikannya?

“Lalu, kita harus bagaimana Wooyoung?”

“Aku tidak tahu Hyung, nenek itu kan sudah tidak disini! Dia pasti tahu aku harus apa” Wooyoung menghembuskan napas.

Tiba-tiba saja perasaannya jadi tak karuan, ia dirunduk rasa bersalah, dan ingatan tentang nasihat eommanya saat ia baru akan audisi di JYP kembali terngiang.

“Wooyoung-ah, kalau kau jadi idol nanti, jangan pernah menjadi idol yang terkenal karena menjatuhkan orang lain atau mengorbankan orang lain, orang hebat itu berada diatas dengan tidak menginjak orang disekililingnya, mengerti anakku?”

Wooyoung makin menangis. “Eommmaaaaaaaa~~”

“Wooyoung berhenti menangis”

“Eommaaaaaaaaa maafkan uyonggg. Aku ingin semuanya kembali, aku tidak mau begini, aku ingin semuanya terulang kembaliii”

WUSHHHHHHHHHHHHH

***

“Eomaaaaaaaaa eommmaaaa”

“Yakk yakk Wooyoung-ahhh bangun heiii”

Mata Wooyoung lantas terbuka lebar, ia mendengar suara merdu Minjun Hyungnya barusan. Apa ia mimpi?

Setelah ia melihat sekeliling, ternyata dirinya berada dimobil van nya dengan member lain.

Tunggu

Member lain?

Wooyoung menatap berbinar teman-teman satu membernya yang… MEREKA KEMBALI MUDA.

“Hyunggggg!!! JUNHOYAAAA CHANGSUNGGG”

Wooyoung berhambur dan menciumi mereka satu persatu dengan sangat senang.

“Yakkk kau ini kenapa?” Tanya Nickhun bingung

“Kau sudah muda lagi hyung. Kalian muda lagi?” Wooyoung sangat senang. Ia bahkan menangis terharu, sampai-sampai baju Taecyeon sudah basah untuk mengusap air matanya.

“Kau pikir kami sudah tua hah?” Tanya Minjun tidak suka. Ya Minjun tidak suka kalau ditanya urusan muda dan tua.

“Tidak peduli, pokoknya aku senang, aku senang bersama kalian, aku tidak peduli dengan jadwal individu ku yang minim, aku tetap bahagia bersama kalian, ayo kita pulang dan tidur nyenyak untuk comeback mendatang hyung, pasti hottest sudah merindukan kita”

Wooyoung mengarahkan tangan keatas “hwaiting piemieee”

“Heolll~~~”

.

.

.

.

.

Wooyoung tidak tahu, yang kemarin itu mimpi atau kenyataan. Tapi, yang pasti ia senang karena ia kembali disini, bersama member lainnya dan baru saja menyelesaikan syuting music video. Tidak apa jika ia tidak sesibuk atau selaku yang lain, asal bersama teman. Semua lebih baik.

Fin

Iklan

Good Readers? Leave U'r comment yaa ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s